Peduli Kekeringan GMBI Distrik Gresik Bergerak Cepat Salurkan Air Bersih Ke Ponpes Tanbihul Ghofilin Al Mustofa Kedamean

Redaktur Yono

October 26, 2026

3
Min Read

Bagikan Ke

Shares

GRESIK, BrawijayaPost.com,-  Mendengar informasi adanya pondok pesantren yang mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau panjang di wilayah Gresik bagian selatan, Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Kabupaten Gresik langsung bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Al Mustofa, Desa Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Senin (26/10/2026).

Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kepedulian LSM GMBI Distrik Gresik dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Kemarau panjang yang terjadi tahun ini membuat pihak yayasan pondok pesantren mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Padahal, kebutuhan air untuk menunjang aktivitas ratusan santri setiap harinya mencapai hampir dua tangki.

Kondisi tersebut mengetuk kepedulian LSM GMBI Distrik Gresik untuk segera menyalurkan bantuan guna meringankan kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren.

Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, Muhammad Hudin, S.Pd. menyampaikan bahwa pihaknya tergerak membantu setelah menerima informasi mengenai kesulitan air bersih yang dialami pondok pesantren tersebut.

“Semoga bantuan air bersih yang kami salurkan ini dapat memberikan manfaat bagi para santri, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Momentum Hari Santri Nasional ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berbagi dan hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujar Hudin.

Menurutnya, keberadaan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, serta memiliki jiwa sosial dan semangat kebangsaan. Karena itu, kebutuhan dasar para santri, termasuk ketersediaan air bersih, patut mendapatkan perhatian bersama.

“Kami dari LSM GMBI Distrik Gresik akan terus berupaya melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan dalam bentuk apa pun untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Harapan kami, keberadaan GMBI dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Lainnya:  Tasyakuran dan Istighosah RT 1 Dusun Juwet Sambut HUT RI ke-80

Sementara itu, penyaluran bantuan air bersih tersebut mendapat sambutan hangat dari pengurus Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Al Mustofa.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Al Mustofa, Abdul Rosyid, M.Pd., mengungkapkan bahwa kemarau panjang tahun ini berdampak terhadap ketersediaan air bersih di lingkungan pondok pesantren.

“Tahun ini, karena kemarau panjang, kami dari pihak yayasan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara kebutuhan ratusan santri setiap harinya hampir mencapai dua tangki air. Karena itu, bantuan air bersih yang diberikan LSM GMBI Distrik Gresik ini sangatlah berharga bagi kami,” ungkap Abdul Rosyid.

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Ketua LSM GMBI Distrik Gresik beserta jajaran atas kepedulian yang diberikan kepada pondok pesantren.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ketua LSM GMBI Distrik Gresik atas bantuan air bersihnya. Semoga bantuan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami berharap LSM GMBI Distrik Gresik bisa terus membantu pondok kami ketika mengalami kekeringan, agar para santri tidak kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Abdul Rosyid kembali menegaskan bahwa bantuan air bersih tersebut memiliki arti penting bagi keberlangsungan aktivitas para santri, mulai dari kebutuhan mandi, mencuci, berwudu hingga keperluan lainnya.

“Sekali lagi, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ketua LSM GMBI Distrik Gresik atas bantuan air bersih yang diberikan. Air bersih ini sangat berharga dan benar-benar bermanfaat bagi kami serta seluruh santri,” pungkasnya.

Melalui aksi sosial tersebut, LSM GMBI Distrik Gresik berharap semangat kepedulian dan gotong royong dalam momentum Hari Santri Nasional 2026 dapat terus tumbuh, sekaligus mengajak berbagai pihak untuk turut memberikan perhatian terhadap masyarakat maupun lembaga pendidikan keagamaan yang terdampak kekeringan. (Dwa)

Leave a Comment

Related Post