GRESIK, BrawijayaPost.com,– Dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak atau pelajar di wilayah Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif Nugroho, S.Tr.K., S.I.K., mengimbau seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan serta memperkuat perlindungan terhadap anak.
Imbauan tersebut menjadi perhatian penting bagi semua pihak agar keselamatan anak senantiasa terjaga, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
Kapolsek Cerme juga mengingatkan para orang tua agar senantiasa mengawasi dan mengontrol penggunaan telepon genggam (HP) anak-anaknya. Pengawasan tersebut penting untuk memastikan anak menggunakan teknologi secara bijak, termasuk dalam berkomunikasi dan berinteraksi melalui media sosial.
Orang tua diharapkan mengetahui aktivitas anak di dunia maya, memperhatikan dengan siapa mereka berkomunikasi, serta memberikan pemahaman mengenai bahaya berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. Dengan demikian, anak dapat lebih terlindungi dari potensi ancaman, penipuan, eksploitasi, maupun kekerasan seksual yang dapat berawal dari perkenalan melalui internet.
Selain pengawasan penggunaan HP, orang tua juga diharapkan lebih intensif menjalin komunikasi dengan anak, mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulannya, serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dan berani bercerita apabila mengalami atau mengetahui tindakan yang tidak pantas.
Sementara itu, pihak sekolah diharapkan turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Pengawasan terhadap aktivitas siswa serta kepedulian terhadap perubahan perilaku anak juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Apabila ditemukan indikasi kekerasan, pelecehan seksual, atau tindakan yang mengancam keselamatan anak, orang tua maupun pihak sekolah diharapkan segera mengambil langkah perlindungan dan melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat penegak hukum sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak serta memastikan setiap anak dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarluaskan identitas maupun informasi pribadi korban, terutama apabila korban masih di bawah umur, demi menjaga privasi dan menghindari dampak psikologis lebih lanjut. (Dwa)










Leave a Comment