GRESIK, Brawijayapost.com,- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi Partai Golkar, Wongso Negoro, S.E., S.H., M.Si., bersama Anggota DPR RI, Ahmad Labib, S.H.I., M.H., turut mengikuti tradisi Sedekah Bumi yang digelar masyarakat Dusun Bongso Wetan, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Minggu (20/9/2026).
Kehadiran kedua wakil rakyat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang masih dijaga masyarakat. Sedekah Bumi juga menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut DPD Partai Golkar Gresik Dr. H. Moh. Ma’ruf Syah, S.H., M.H., jajaran Forkopimcam Menganti, Kepala Desa Pengalangan Ahyar Abdul Muthalib beserta perangkat desa, Ketua BPD, serta LPMD, tokoh masyarakat dan Tokoh agama.
Dalam kesempatan tersebut, Wongso Negoro mengapresiasi kekompakan masyarakat Dusun Bongso Wetan. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik.
“Kerukunan antarumat beragama di Dusun Bongso Wetan ini harus selalu kita jaga. Karena dengan guyup rukun, kita semua akan selalu bisa mengadakan kegiatan apa pun,” ujar Wongso Negoro.
Menurutnya, perbedaan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan. Saling menghormati dan menjaga toleransi menjadi kunci agar berbagai kegiatan kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik.
Wongso Negoro berharap tradisi Sedekah Bumi terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda. Selain menjaga kearifan lokal, tradisi tersebut dinilai dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial antarwarga.
Sementara itu, DPR RI dari partai Golkar Ahmad Labib menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi masyarakat yang memiliki nilai penting dan hingga kini masih terus dilestarikan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Gresik.
“Sedekah Bumi merupakan kegiatan yang sakral dan selalu dilaksanakan oleh warga setiap tahunnya, baik di wilayah Kabupaten Gresik maupun di daerah lainnya,” ujar Ahmad Labib.
Menurutnya, tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk rasa syukur masyarakat atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, baik berupa kesehatan, rezeki maupun hasil bumi yang telah diberikan selama satu tahun.
“Ini merupakan bentuk rasa syukur warga atas karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, baik kesehatan, rezeki maupun hasil bumi selama satu tahun,” katanya.
Selain nilai tradisi dan budaya, Ahmad Labib juga memberikan apresiasi terhadap kerukunan antarumat beragama yang terjalin di Dusun Bongso Wetan.
Ia mengaku salut melihat masyarakat yang meskipun memiliki perbedaan agama, tetap mampu menjaga toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya sangat salut dengan warga Bongso Wetan. Meskipun berbeda agama, toleransi antarumat beragama berjalan dengan baik. Hal tersebut sangat patut diapresiasi,” ungkapnya.
Ahmad Labib menilai kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga kondusivitas masyarakat. Dengan kebersamaan dan toleransi yang terjaga, berbagai kegiatan kemasyarakatan dapat terus berjalan dengan baik.
“Kerukunan antarumat beragama ini menjadikan segala bentuk kegiatan dapat terus berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Ia menegaskan akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan masyarakat.
“Kami akan selalu mensupport kegiatan positif masyarakat. Apalagi kegiatan Sedekah Bumi ini merupakan tradisi yang sangat baik dan harus tetap dilestarikan,” pungkasnya.
Sedekah Bumi Dusun Bongso Wetan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Tradisi tahunan itu sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga toleransi antarumat beragama, serta mempertahankan nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.










Leave a Comment