BNN Dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Narkotika Internasional, 3,37 Ton Ganja Asal Thailand Disita Di GresiK

Redaktur Yono

July 2, 2026

3
Min Read

Bagikan Ke

Shares

GRESIK, Brawijayapost.com,– Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika berskala besar. Sebanyak 3,37 ton ganja yang diduga berasal dari Thailand disita dalam operasi gabungan di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis (2/7/2026).

Direktur Jenderal Bea dan Cukai RI, Letjen TNI Djaka Budi Utama, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini merupakan buah dari operasi gabungan intensif dalam membongkar jaringan narkotika internasional yang diduga melibatkan sindikat lintas negara, yakni China, Malaysia, dan Thailand.

Menurut Letjen TNI Djaka, keberhasilan ini adalah hasil penyelidikan mendalam yang bermula dari kecurigaan petugas terhadap barang impor yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 Juni 2026.
“Petugas kami menemukan anomali pada dokumen dan komoditas barang yang masuk. Setelah melalui analisis mendalam, pemeriksaan, serta pendalaman intelijen, kami menduga muatan tersebut berisi narkotika,” ujar Djaka.

Tim gabungan kemudian menerapkan metode controlled delivery (penyidikan terkendali), yakni membiarkan barang terus bergerak di bawah pengawasan ketat petugas untuk melacak penerima dan lokasi gudang penyimpanan akhir.
Sebelum menyasar gudang di Gresik, tim lebih dahulu mengamankan 22 kilogram ganja di Purwakarta, Jawa Barat. Temuan tersebut menjadi titik krusial bagi penyidik untuk memetakan jalur distribusi jaringan ini. Pengembangan tersebut akhirnya mengarahkan tim ke kawasan pergudangan di Cerme, Gresik, yang dijadikan tempat penyimpanan sementara sebelum diedarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menambahkan bahwa para pelaku menggunakan modus operandi yang rapi dengan memanfaatkan jalur impor resmi.
“Para pelaku menyembunyikan narkotika tersebut di dalam 500 koper dan 800 bal kardus berisi latex untuk mengelabui petugas,” ungkap Komjen Pol. Suyudi.

Baca Lainnya:  Pria Tidak Dikenal Meninggal Mendadak Di Warkop Relax Coffee Menganti

Lebih lanjut, Suyudi menyoroti kualitas ganja yang disita. Menurutnya, ganja asal Thailand ini memiliki kadar THC (Tetrahydrocannabinol) yang jauh lebih tinggi dibandingkan ganja lokal. Tidak hanya akan diedarkan dalam bentuk konvensional, ganja tersebut diduga kuat juga akan diolah menjadi liquid vape yang mengandung narkotika.
“Ini bisa diolah menjadi liquid. Arahnya memang ke sana. Makanya sebelum berkembang lebih besar, kami lakukan penindakan,” tegasnya.

Dalam operasi ini, aparat berhasil mengamankan 12 orang tersangka, termasuk seorang warga negara Malaysia berinisial A serta dua warga negara Thailand. Pihak BNN masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah anggota jaringan lainnya yang diduga telah melarikan diri ke luar negeri.

Operasi ini diklaim telah menyelamatkan sekitar 10.114.200 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Selain itu, negara berhasil mencegah potensi kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp4,58 triliun.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja intelijen yang panjang dan keberanian petugas di lapangan. Kami mengajak masyarakat untuk ikut memutus mata rantai peredaran narkotika dengan menjaga lingkungan keluarga,” pungkas Suyudi sembari menegaskan komitmen BNN dan Bea Cukai untuk memburu bandar narkotika hingga tuntas. (Red)

Leave a Comment

Related Post