Warga Dusun Gantang Keluhkan Aktivitas Urukan: Jalan Rusak Dan Ceceran Tanah Ancam Keselamatan

Redaktur Yono

April 13, 2026

2
Min Read

Bagikan Ke

Shares

Gresik, Brawijayapost.com,–  Aktivitas urukan tanah di Dusun Gantang, Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat setempat. Kegiatan proyek tersebut dituding menjadi penyebab utama rusaknya infrastruktur jalan desa serta meningkatnya risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (13/04/2026), puluhan truk pengangkut material urukan tampak intens berlalu-lalang di kawasan tersebut. Namun, aktivitas ini menyisakan persoalan serius: material tanah yang diangkut kerap tercecer di sepanjang badan jalan.

Ceceran tanah yang tidak segera dibersihkan membuat kondisi jalan menjadi sangat berbahaya. Saat cuaca panas, debu tanah mengganggu penglihatan dan pernapasan. Sebaliknya, saat hujan turun, jalanan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin.

Seorang warga Dusun Gantang yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak pelaksana proyek yang dinilai abai terhadap dampak lingkungan.

“Jalan jadi licin sekali karena tanah berserakan di mana-mana. Truk keluar masuk tiap hari, tapi tidak ada upaya serius untuk pembersihan. Bahkan, jalan masuk dusun sekarang rusaknya makin parah karena beban truk yang lewat terus-menerus,” keluhnya kepada media, Senin (13/04/2026).

Warga menilai aktivitas tersebut diduga mengabaikan kewajiban pengelolaan dampak lingkungan sebagaimana diatur dalam peraturan daerah maupun undang-undang terkait fasilitas umum. Secara teknis, setiap kegiatan yang berdampak pada infrastruktur publik seharusnya disertai dengan langkah mitigasi, seperti:

 * Pembersihan rutin ceceran material di jalan.

 * Penyiraman jalan untuk menekan debu.

 * Perbaikan berkala pada titik jalan yang rusak akibat beban muatan.

Minimnya pengawasan dari pihak Pemerintah Desa Boboh maupun instansi terkait di Kabupaten Gresik disinyalir menjadi penyebab pihak pelaksana seolah “tutup mata” terhadap keluhan warga.

Baca Lainnya:  16 Advokat Turun Gunung: Kasus Amir, Penegakan Hukum Atau Cipta Kondisi?

Masyarakat kini mendesak pemerintah tingkat desa, kecamatan, hingga Dinas Perhubungan dan Satpol PP Gresik untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Warga menuntut adanya sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran prosedur dalam aktivitas urukan tersebut.

“Kami butuh langkah cepat sebelum ada korban jiwa akibat jalan licin ini. Jangan tunggu jatuh korban baru bertindak,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Boboh maupun perwakilan pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan tuntutan warga Dusun Gantang tersebut. (Dwa)

Leave a Comment

Related Post