NGANJUK, Brawijayapost.com,– Insiden kekerasan maut terjadi di Jalan Semeru, Dusun Bedingin, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, pada Rabu dini hari (24/6/2026). Empat orang anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok massa tak dikenal, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, tepatnya di depan SDN Sukorejo. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, keempat korban saat itu tengah melintas berboncengan menggunakan dua unit sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi AG-2137-VCB dan AG-5831-VCH.
Dalam perjalanan dari arah timur ke barat sambil membawa bendera perguruan silat, rombongan korban tiba-tiba dihadang oleh massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang. Tanpa dialog, massa tersebut langsung melakukan aksi penyerangan brutal terhadap keempat korban.

Respon Cepat Petugas
Sekitar lima menit pasca-serangan, anggota pengamanan kegiatan pengesahan warga baru PSHT yang berjaga di pertigaan Jalan Anjukladang mendengar adanya kegaduhan. Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Namun, saat petugas tiba, massa pelaku pengeroyokan telah melarikan diri ke berbagai arah. Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati keempat korban sudah tergeletak tidak berdaya bersama sepeda motor mereka yang mengalami kerusakan berat.
Identitas Korban
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian diketahui bernama Sutrisno (20), warga Dusun Congol, Desa Macanan, Kecamatan Loceret. Sementara itu, tiga rekannya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan medis intensif, yaitu:
- Hendra Ibnu Ardiansyah (26)
- Eko Ali (24)
- Yoga Pratama (22)
Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Nganjuk menggunakan ambulans sekitar pukul 03.00 WIB untuk penanganan lebih lanjut dan proses visum et repertum.
Penyelidikan Polisi
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polres Nganjuk telah mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor milik korban yang rusak parah. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas serta motif di balik aksi brutal yang dilakukan oleh kelompok massa tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib guna menghindari spekulasi atau tindakan main hakim sendiri.
(Day)










Leave a Comment