Nyawa Melayang Hampir Tiap Hari, Truk Besar Tetap Bebas: Hukum Tajam ke Rakyat, Tumpul ke Pengusaha? LPK-RI Gresik Angkat Bicara

Redaktur Yono

March 16, 2026

3
Min Read

Bagikan Ke

Shares

Gresik, Brawijayapost.com,-
Maraknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk bertonase besar di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Gresik memicu kemarahan masyarakat. Kendaraan berat diduga masih bebas melintas di jalan sempit maupun pada jam operasional yang dilarang, sementara korban jiwa terus berjatuhan.

Kondisi ini membuat jalan raya yang seharusnya menjadi ruang publik yang aman justru berubah menjadi “ladang maut”. Hampir setiap hari kabar kecelakaan datang dari berbagai titik, dan sebagian besar melibatkan kendaraan berat yang melintas di jalur yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi truk bertonase besar.

Sejumlah jalur rawan kecelakaan di Gresik kini menjadi sorotan. Di antaranya Jl. Raya Duduksampeyan, kawasan Manyar, hingga akses menuju kawasan industri di Menganti. Pada jalur-jalur tersebut, truk besar kerap terlihat tetap melintas meski terdapat pembatasan jam operasional maupun larangan bagi kendaraan bertonase besar.

Tidak hanya melanggar aturan waktu, truk-truk tersebut juga kerap memadati jalan sempit yang berada di kawasan padat penduduk. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi pengguna jalan lain seperti pengendara motor maupun warga sekitar.

Gus Aulia: “Kami Hadir, Maju Tak Gentar Membela yang Benar”
Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik, Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph, angkat bicara terkait fenomena tersebut. Ia menilai pembiaran terhadap pelanggaran aturan lalu lintas oleh kendaraan berat merupakan bentuk ketidakadilan terhadap masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Aturan itu dibuat untuk ditaati, bukan untuk dikangkangi demi kepentingan segelintir pengusaha. Apa gunanya rambu larangan dan aturan tonase jika pengawasan aparat seolah mati suri? Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada profit operasional truk-truk besar yang melanggar aturan,” tegas Gus Aulia kepada Media, Senin (16/03/2026)

Baca Lainnya:  Pangdam Brawijaya Resmi Lantik Pengurus Yapertima Madiun dan Pasuruan

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika hak-hak masyarakat sebagai konsumen dan pengguna jalan terus diabaikan.

“Ingat, di mana ada konsumen yang terdholimi hak-haknya, maka kami LPK-RI akan tampil membela. Maju tak gentar membela yang benar! Mari kita bersama menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar, jangan sampai justru Nyamar Makruf Nyambi Munkar. Kami tidak akan kompromi terhadap siapa pun yang mengabaikan keselamatan nyawa rakyat,” ujarnya.

Desakan Evaluasi Menyeluruh
Gus Aulia juga mendesak pihak kepolisian serta instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan kendaraan berat di wilayah Gresik.
Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penindakan tegas, maka potensi kecelakaan yang merenggut korban jiwa akan terus terjadi.

Beberapa langkah yang dinilai perlu segera dilakukan antara lain penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap pengusaha angkutan yang melanggar aturan, peningkatan pengawasan di jalur rawan kecelakaan terutama di jalan sempit yang padat permukiman, serta transparansi penindakan terhadap pelanggaran jam operasional dan tonase kendaraan.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari para pemangku kebijakan. Apakah hukum benar-benar akan ditegakkan tanpa pandang bulu, atau nyawa rakyat akan terus menjadi korban di atas aspal jalan?

Tim investigasi akan terus memantau dan mengawal setiap kebijakan yang menyangkut keselamatan serta kepentingan publik. (Dwa)

Leave a Comment

Related Post