SIDOARJO, Brawijayapost.com,— kamis 14 agustus 2026 – Kebutuhan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) di kawasan relokasi warga Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, kembali menjadi perhatian. Kepala Desa Pamotan, Muhamad Rosul, berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo bersama pihak terkait, termasuk PPLS, segera memberikan kepastian terhadap pembangunan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.
Menurut Muhamad Rosul, persoalan tersebut telah disampaikan masyarakat sejak dirinya menjabat sebagai kepala desa. Ia berharap aspirasi warga tidak hanya diterima, tetapi juga mendapatkan respons dan tindak lanjut secara nyata.
“Minimal itu direspons. Kalau memang sudah dialihkan menjadi kewenangan Pemda, kami mohon dari Pemda bisa merespons kita,” ujar Muhamad Rosul.
Ia menjelaskan, kebutuhan fasilitas tersebut semakin mendesak karena menyangkut aktivitas masyarakat di kawasan relokasi, khususnya Dusun Bringin. Selain kebutuhan tempat ibadah dan kegiatan sosial, masyarakat juga masih menghadapi keterbatasan tempat untuk kegiatan kesehatan.
“Untuk kegiatan kesehatan di Dusun Bringin, meliputi posyandu balita, posyandu lansia dan senam lansia, sampai sekarang masih menumpang di rumah warga,” jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena kegiatan masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan bagi balita dan lansia, membutuhkan tempat yang memadai dan dapat digunakan secara berkelanjutan.
Selain kegiatan kesehatan, masyarakat juga membutuhkan gedung PKK yang dapat menjadi pusat berbagai aktivitas kemasyarakatan, mulai dari kegiatan ibu-ibu PKK, lansia, anak-anak hingga kegiatan lingkungan.
Muhamad Rosul menyebut, kawasan relokasi Bringin Asri menjadi salah satu wilayah yang masih membutuhkan perhatian serius terkait ketersediaan fasilitas tersebut.
“Gedung PKK sekarang ini kita upayakan karena untuk kegiatan lansia, anak-anak, dan lingkungan memang membutuhkan tempat. Sekarang ini mereka masih harus berkegiatan seadanya,” katanya.
Ia berharap persoalan pendanaan pembangunan gedung PKK Dusun Bringin segera mendapatkan kejelasan. Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama menunggu agar fasilitas tersebut dapat direalisasikan.
“Dengan kondisi demikian, kami memohon agar PPLS maupun Pemda Sidoarjo segera merealisasikan pencairan dana untuk gedung PKK Dusun Bringin, Desa Pamotan, Kecamatan Porong,” tegasnya.
Muhamad Rosul menambahkan, masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya membutuhkan fasilitas yang layak untuk menunjang kegiatan sosial, kesehatan dan kemasyarakatan di kawasan relokasi.
“Yang kami harapkan sebenarnya sederhana. Masyarakat ingin direspons dan kebutuhannya diperhatikan. Kalau memang kewenangannya sudah ada di Pemda, kami berharap ada kepastian dan solusi,” pungkasnya. (Eko)






Leave a Comment