Di Balik Kepemimpinan Siti Sahadah, Ada Dukungan Suami Bergaya Nyentrik yang Ikut Menyemangati Suksesnya PTSL

Redaktur Yono

July 24, 2026

2
Min Read

Bagikan Ke

Shares

PROBOLINGGO, Brawijayapost.com,-  24 Juli 2026, Kesuksesan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, tidak hanya lahir dari kerja keras pemerintah desa dan panitia pelaksana. Di balik itu, ada kisah menarik tentang kekompakan seorang kepala desa bersama suaminya yang dikenal masyarakat memiliki gaya nyentrik namun penuh kepedulian.

Kepala Desa Siti Sahadah terus mengawal pelaksanaan Program PTSL agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan kuota sebanyak 320 bidang, pemerintah desa bersama Ketua PTSL H. Suris berupaya memastikan seluruh tahapan administrasi berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Di sela-sela berbagai kegiatan desa, perhatian masyarakat juga kerap tertuju kepada Suid, suami Kepala Desa Siti Sahadah. Dengan penampilan yang khas dan gaya yang nyentrik, Suid dikenal mudah bergaul dan sering hadir memberikan semangat kepada sang istri saat menjalankan tugas-tugas pemerintahan desa.

Meski tidak memiliki peran dalam pengambilan keputusan pemerintahan maupun pelaksanaan teknis PTSL, kehadiran Suid dinilai menjadi penyemangat bagi Kepala Desa. Dukungan moral tersebut terlihat dari kebersamaan mereka dalam sejumlah kegiatan kemasyarakatan, sehingga menciptakan suasana yang lebih akrab dengan warga.

Sementara itu, Siti Sahadah tetap menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, Program PTSL merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk membantu warga memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

Dengan sinergi antara pemerintah desa, panitia PTSL, dan partisipasi aktif masyarakat, pelaksanaan program di Desa Wonorejo berjalan kondusif. Semangat gotong royong tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian seluruh kuota yang telah ditetapkan.

Bagi warga Wonorejo, keberhasilan PTSL bukan sekadar tentang penerbitan sertifikat tanah. Lebih dari itu, program ini menjadi cerminan bahwa pelayanan publik dapat berjalan maksimal ketika didukung oleh kekompakan aparatur desa, partisipasi masyarakat, serta dukungan keluarga yang memberikan motivasi dari balik layar. Sosok Suid dengan gaya nyentriknya menjadi warna tersendiri, sementara kepemimpinan Siti Sahadah tetap menjadi penggerak utama dalam mewujudkan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat. (Eko/*)

Baca Lainnya:  Kekerasan Terhadap Wartawan Radar Jawa Pos Group, Jadi Perhatiaan Komunitas Jurnalis Jawa Timur

Leave a Comment

Related Post