GRESIK, BrawijayaPost.com,- Puncak perayaan Sedekah Bumi Dusun Dukuhan, Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, berlangsung meriah dengan menghadirkan pagelaran seni tradisional Ludruk Budhi Wijaya dari Jombang, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026) malam.
Pagelaran ludruk tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian tradisi sedekah bumi yang terus dilestarikan sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa (Kades) Tanjung, Dwikora Suharianto, S.H., beserta seluruh perangkat desa, Ketua BPD dan LPMD beserta anggota, para Ketua RT dan RW, TP PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Turut hadir dua anggota DPRD Kabupaten Gresik, yakni Dimaz Fahturachman, S.T., dari Fraksi PDI Perjuangan dan Nur Yahya Hanafi, S.T., dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Keduanya turut menyaksikan pagelaran Ludruk Budhi Wijaya bersama masyarakat Dusun Dukuhan yang penuhi lokasi.
Kepala Dusun (Kasun) Dukuhan, Usup Mujiono, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan sedekah bumi tahun ini, mulai dari awal hingga acara puncak.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Dusun Dukuhan yang telah menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong demi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan sedekah bumi Dusun Dukuhan tahun ini dapat terlaksana dengan baik dari awal hingga akhir. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah kompak dan ikut berpartisipasi, baik melalui materi, tenaga maupun pikiran,” ujar Usup Mujiono.
Usup berharap pagelaran Ludruk Budhi Wijaya dapat memberikan hiburan bagi seluruh masyarakat sekaligus menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antarwarga.
“Semoga pagelaran Ludruk Budhi Wijaya malam ini bisa menghibur kita semua. Melalui sedekah bumi ini, kami juga berharap seluruh warga Dusun Dukuhan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari segala bahaya, diberikan kesehatan serta rezeki yang melimpah,” ungkapnya.
Ia pun berharap kebersamaan masyarakat terus terjaga sehingga tradisi sedekah bumi dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang dengan lebih meriah.
“Mudah-mudahan tahun depan kita semua masih diberikan kesehatan, keselamatan dan rezeki yang cukup, sehingga bisa kembali menggelar sedekah bumi dengan lebih meriah lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Dwikora Suharianto, S.H., turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Dusun Dukuhan atas kekompakan dan kebersamaannya dalam menyelenggarakan sedekah bumi tahun ini.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga Dusun Dukuhan yang telah kompak dan bergotong royong menyukseskan kegiatan sedekah bumi ini. Sedekah bumi merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan rezeki selama satu tahun ini,” tuturnya.
Dwikora menegaskan bahwa tradisi sedekah bumi harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebab, selain mengandung nilai spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Tradisi sedekah bumi ini harus terus kita lestarikan secara turun-temurun. Karena bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur, tetapi juga menjadi momentum untuk menjadikan masyarakat semakin guyub, rukun dan kompak,” jelasnya.
Di akhir penyampaiannya, Dwikora turut mendoakan seluruh masyarakat Desa Tanjung agar senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
“Semoga dengan terus melestarikan tradisi sedekah bumi ini, kita semua, warga Desa Tanjung pada umumnya dan warga Dusun Dukuhan khususnya, senantiasa diberikan kesehatan, memperoleh hasil bumi yang melimpah, serta dijauhkan dari segala bala dan musibah,” pungkasnya.
Perayaan sedekah bumi yang dimeriahkan pagelaran Ludruk Budhi Wijaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa masyarakat Dusun Dukuhan masih memegang teguh nilai-nilai gotong royong, kerukunan, serta kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional Jawa Timur. (Raf)










Leave a Comment