Gresik, Brawijayapost.com,– Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Iker-Iker Geger mengepung gerbang PT JPN di Desa Iker-Iker Geger, Kecamatan Cerme, Gresik, Senin (16/02/2026). Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap kebijakan rekrutmen perusahaan dan polusi udara yang kian menyengat.
Sejak pagi warga berkumpul di Balai desa menuju tempat perusahaan, massa yang membawa spanduk tuntutan serta menggelar tikar di depan pintu masuk perusahaan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat.

Dua Tuntutan Utama Warga
Koordinator Aksi, Iswahyudi, menegaskan bahwa aksi ini merupakan puncak kegelisahan warga yang merasa hanya mendapatkan dampak negatif tanpa kontribusi kesejahteraan yang nyata dari keberadaan pabrik.
Warga mengusung dua tuntutan krusial:
- Prioritas Tenaga Kerja Lokal: Menuntut PT JPN memaksimalkan penyerapan warga Desa Iker-Iker Geger dalam proses rekrutmen karyawan.
- Penanganan Polusi Udara: Mendesak perusahaan segera menghilangkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas operasional pabrik.
“Kami awalnya merencanakan aksi ini selama tiga hari berturut-turut. Intinya cuma dua: beri ruang kerja untuk warga lokal dan hentikan bau yang meresahkan ini,” ujar Iswahyudi di sela-sela aksi.

Untuk meredam ketegangan, pihak kepolisian dan keamanan perusahaan memfasilitasi mediasi. Sebanyak 8 orang perwakilan warga diperkenankan masuk ke area perusahaan untuk berdialog langsung dengan manajemen.
Namun, hingga berita ini diturunkan, proses mediasi dilaporkan berjalan sangat alot. Perwakilan warga bersikukuh tidak akan membubarkan diri sebelum ada jaminan hitam di atas putih terkait tuntutan mereka, terutama mengenai masalah lingkungan.
“Kami tetap mengotot. Dampak bau limbah dari perusahaan ini sangat meresahkan kesehatan dan kenyamanan warga. Kami tidak menerima negosiasi jika bau masih terus menyeruak. Pilihannya cuma dua: atasi atau hentikan operasional!” tegas salah satu perwakilan warga dengan nada tinggi.
Meskipun suasana sempat memanas saat perwakilan warga memasuki area pabrik, secara umum aksi berjalan damai dan terkendali di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polsek Cerme dan Polres Gresik.
Hingga saat ini, pihak manajemen PT JPN belum memberikan pernyataan resmi kepada media terkait hasil mediasi yang tengah berlangsung. (Dan)










Leave a Comment