Gresik, Brawijayapost.com,– Sebagai wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi, warga Dusun Sawahan, Desa Gedhang Kulud, Kecamatan Cerme, menggelar ritual adat Sedekah Bumi dan Doa Bersama pada Sabtu (04/04/2026). Acara yang berlangsung di Balai Dusun ini menjadi momentum penting dalam menjaga kearifan lokal atau uri-uri budaya leluhur.
Sebanyak 12 Tumpeng Gunungan serta Tumpeng Tolak Bala (Sego Golong) disiapkan sebagai simbol permohonan doa bagi para leluhur dusun serta lambang kemakmuran bagi para petani setempat.

Hadir dalam acara tersebut, Camat Cerme Umar Hasyim, didampingi jajaran Muspika (Kapolsek dan Koramil), Kepala Desa Gedhang Kulud H. Sahroni, BPD, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Cerme menekankan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dengan alam di tengah gempuran modernisasi.
“Kehidupan manusia tidak hanya soal hubungan antar sesama, tapi juga keselarasan dengan alam. Lingkungan sosial dan kearifan lokal ini adalah parameter budaya yang patut dilestarikan sebagai warisan generasi penerus,” ujar Umar Hasyim.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan swasembada pangan saat ini tidak lepas dari kombinasi penggunaan teknologi pertanian modern dan kekuatan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sementara itu, Kepala Desa Gedhang Kulud, H. Sahroni, berbagi pengalamannya sejak menjabat sebagai Kepala Dusun hingga kini menjadi Kepala Desa (PAW). Ia mengapresiasi semangat gotong royong warga yang mampu meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.

Beberapa poin penting yang disampaikan H. Sahroni meliputi:
Optimalisasi Lahan: Pengolahan lahan dangkal menjadi kantong penampungan air memungkinkan petani melakukan masa panen hingga tiga kali dalam setahun.
Lahan Sawah Dilindungi (LSD): Konsistensi warga dalam menjaga kesuburan tanah LSD menjadi kunci utama ketahanan pangan desa.
Harapan bagi Generasi Muda: Mengajak pemuda Dusun Sawahan untuk tidak malu bertani demi kelangsungan ekonomi dan kesejahteraan bangsa.
“Dulu saat jadi Kasun, fokus saya swasembada dusun. Sekarang sebagai Kades, program ketahanan pangan ini kita perluas ke tingkat desa. Mari tetap guyub rukun membangun desa yang makmur pangan, sandang, dan papan,” tegas H. Sahroni.

Menutup orasinya, H. Sahroni menekankan perlunya dukungan berkelanjutan mulai dari peningkatan infrastruktur pertanian, penguatan SDM melalui BUMDes dan Koperasi, hingga ketersediaan pupuk dan obat hama yang memadai.
Acara Sedekah Bumi ini dimeriahkan dengan Pagelaran Seni Budaya Wayang Kulit sebagai hiburan rakyat. Puncak acara ditutup dengan doa bersama, di mana warga diperbolehkan mengambil gunungan tumpeng hasil pertanian sebagai simbol keberkahan dan kesejahteraan bersama. (Wan)








Leave a Comment