Sambut Ramadan, LSM GMBI Distrik Gresik Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa

Redaktur Yono

February 13, 2026

2
Min Read

Bagikan Ke

Shares

Gresik, Brawijayapost.com,– Menyongsong datangnya bulan suci Ramadan yang penuh berkah, LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Distrik Gresik menggelar aksi sosial berupa santunan bagi anak yatim piatu dan kaum duafa. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Kantor Sekretariat LSM GMBI Distrik Gresik, Dusun Purworejo, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Jumat (13/2/2026).

Acara yang mengusung semangat kepedulian ini tidak hanya diisi dengan penyerahan bantuan, tetapi juga dirangkaikan dengan doa bersama dan salat Isya berjamaah guna mempererat tali silaturahmi antaranggota dan warga sekitar.

Program Rutin “Kita Berbagi Sosial”

Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, Muhammad Hudin, menjelaskan bahwa santunan kepada puluhan penerima manfaat ini merupakan bagian dari program rutin lembaga yang bertajuk “Kita Berbagi Sosial”.

“Santunan anak yatim piatu dan kaum duafa ini merupakan salah satu program rutin dari Lembaga LSM GMBI Kita Berbagi Sosial,” ujar Hudin di sela-sela acara.

Tak hanya memberikan bantuan materiil, Hudin juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim yang hadir agar tetap optimis dan tekun dalam mengenyam pendidikan demi masa depan yang lebih baik.

“Adik-adik sekalian, kami mengajak untuk lebih semangat belajar. Harapannya, kalian bisa menjadi pribadi yang tangguh dan bermanfaat bagi agama, bangsa, serta negara,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur yang telah mengamanahkan bantuannya melalui LSM GMBI. Ia berharap kebaikan para donatur dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, terutama menjelang bulan Ramadan.

Selain agenda sosial, Muhammad Hudin juga memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai aktivitas pendalaman tanah untuk daya tampung air dan pembuangan tanah liat di wilayah Desa Semampir, Kecamatan Cerme.

Hudin menegaskan bahwa aktivitas yang melibatkan warga LSM GMBI tersebut memiliki tujuan yang jelas dan bukan untuk merusak lingkungan.

Baca Lainnya:  Pelantikan Dua Perangkat Desa, Kades Karangan Kidul Ajak Wujudkan Pelayanan Prima

Berikut adalah poin-poin manfaat dari kegiatan tersebut:

Penyediaan Daya Tampung Air: Pendalaman lahan difungsikan sebagai wadah penampung debit air hujan.

Ketahanan Pangan: Masyarakat sekitar dapat memanfaatkan ketersediaan air tersebut untuk pengairan lahan pertanian.

Percepatan Pembangunan: Tanah urug hasil pendalaman dialokasikan untuk mendukung percepatan pembangunan KDMP di desa-desa yang membutuhkan penyiapan lahan.

“Tujuannya bukan untuk menyebabkan banjir, justru sebagai solusi pengairan. Selain itu, tanah urugnya membantu percepatan pembangunan KDMP agar lokasi siap bangun,” pungkas Hudin menutup keterangannya. (Wan)

Leave a Comment

Related Post