GRESIK, Brawijayapost.com,-
Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Imam Syaifudin, S.H. menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang II Tahun 2026 di Kantor Rumah Buruh Gresik, Minggu (28/06/2026) pagi.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan masyarakat dari wilayah Kecamatan Cerme dan Kecamatan Duduksampeyan yang antusias mengikuti jalannya reses untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.
Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya harapan agar berbagai persoalan yang dihadapi dapat segera memperoleh perhatian dan solusi melalui kebijakan Pemerintah Kabupaten Gresik.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, warga menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya penyediaan lapangan kerja, perbaikan Jalan Poros Desa (JPD), bantuan perbaikan mushola, pendalaman waduk untuk mendukung pengairan lahan pertanian, pembangunan akses jalan menuju area persawahan, serta persoalan penyaluran bantuan sosial yang dinilai masih belum tepat sasaran.
Menanggapi aspirasi tersebut, Imam Syaifudin menegaskan bahwa pembangunan Jalan Poros Desa (JPD) di wilayah Cerme menjadi salah satu prioritas yang akan diperjuangkan karena memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah desa sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di bidang ketenagakerjaan, Imam mengajak masyarakat, khususnya para pencari kerja, untuk memanfaatkan platform Gresik Kerja AK 1 sebagai media resmi informasi lowongan pekerjaan.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan akan ada admin pencari kerja di setiap desa yang bertugas membantu masyarakat mengakses layanan tersebut sehingga warga tidak perlu lagi datang langsung ke Dinas Tenaga Kerja.
Selain itu, Imam mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan menggelar Job Fair pada Juli 2026 dengan menghadirkan ratusan lowongan kerja dari berbagai perusahaan.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin pelayanan kepada pencari kerja semakin mudah. Nantinya akan ada admin pencari kerja di setiap desa yang membantu masyarakat mengakses website Gresik Kerja AK 1. Selain itu, pada bulan Juli mendatang akan digelar Job Fair dengan ratusan lowongan pekerjaan sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh pekerjaan,” ujar Imam.
Selain persoalan infrastruktur dan ketenagakerjaan, warga juga menyoroti penyaluran bantuan sosial (bansos). Masyarakat mengeluhkan masih adanya bantuan pemerintah yang dinilai belum tepat sasaran.
Mereka berharap pemerintah segera melakukan pembaruan dan validasi data penerima agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
Menanggapi hal tersebut, Imam menegaskan bahwa persoalan bansos menjadi salah satu perhatian yang akan terus dikawal bersama pemerintah daerah.
“Masalah bantuan sosial juga menjadi perhatian kami. Masih banyak laporan dari masyarakat terkait penyaluran bansos yang belum tepat sasaran. Kami akan mendorong pemerintah untuk melakukan pembaruan data penerima sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Imam menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses akan dibawa dan diperjuangkan di DPRD Kabupaten Gresik agar dapat direalisasikan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi dialog dan tanya jawab bersama masyarakat. Melalui forum tersebut, warga berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan, mulai dari perbaikan Jalan Poros Desa, pembukaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur pertanian, bantuan perbaikan mushola, hingga pembenahan penyaluran bantuan sosial, dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik. (Dwa)










Leave a Comment