Sambut Lomba Desa Cantik 2026, Pemdes Randupitu Gelar Sosialisasi Menuju Desa Digital

Redaktur Yono

May 20, 2026

2
Min Read

Bagikan Ke

Shares

PASURUAN, Brawijayapost.com,– Pemerintah Desa (Pemdes) Randupitu menggelar acara sosialisasi persiapan Lomba Desa Cantik (Desa Cinta Statistik). Program ini merupakan salah satu agenda unggulan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data, sehingga pembangunan desa ke depan bisa lebih tepat sasaran.

Berbeda dengan kompetensi pada umumnya, Lomba Desa Cantik bukan sekadar ajang kebersihan atau estetika fisik desa. Memasuki tahun 2026, program ini lebih berfokus pada peningkatan literasi data desa. Desa yang terpilih nantinya akan dibina secara intensif untuk tiga hal utama:

  • Standarisasi Data: Memastikan format data desa sesuai dengan standar nasional.
  • Optimalisasi Teknologi: Penggunaan aplikasi atau sistem informasi desa untuk input data.
  • Pemanfaatan Data: Menggunakan data secara akurat untuk menentukan penerima bantuan sosial, memetakan potensi ekonomi, hingga perencanaan anggaran desa.
    Acara sosialisasi yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh perwakilan pendamping/BPS, Bu Mia, seluruh perangkat desa, 12 Ketua RT, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Visi Kepala Desa: Data dalam Genggaman dan Pengelolaan Sampah Mandiri

Kepala Desa Randupitu, Mochamad Fuad, menegaskan komitmennya untuk membawa Randupitu menjadi desa modern berbasis digital. Saat diwawancarai pada Rabu (20/5/2026), ia menjelaskan bahwa integrasi teknologi adalah kunci transparansi saat ini.

“Kita ingin membangun desa digital atau statistik agar bisa mengumpulkan data-data melalui aplikasi. Jadi, semua data krusial berada di dalam genggaman atau dalam pantauan kepala desa secara real-time,” ujar Mochamad Fuad.

Selain fokus pada digitalisasi data, Fuad juga menyoroti program lingkungan yang sedang digalakkan, khususnya mengenai pengelolaan sampah desa yang digerakkan oleh sektor pemuda melalui kelompok Pempes (Pemuda Pengolah Sampah).

Di akhir wawancara, Mochamad Fuad menyampaikan harapannya yang besar, baik kepada pemerintah daerah maupun kepada warga Randupitu sendiri.
“Harapan kami kepada pemerintah, melalui program Desa Cantik ini, data yang dihasilkan benar-benar data yang selalu ter-update. Sementara harapan kepada masyarakat, agar semua warga, khususnya para pemuda Desa Randupitu, bisa selalu kompak membantu desa, terutama dalam hal pengelolaan sampah,” pungkasnya. (Day)

Baca Lainnya:  Isi Kekosongan Kasun Petal, Pemdes Domas Gelar Musdes Pembentukan Tim P3D 2026

Leave a Comment

Related Post