GRESIK, Brawijayapost.com,– Gelombang solidaritas pekerja dari Kabupaten Gresik mengalir menuju Kabupaten Nganjuk hari ini. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Gresik, Imam Sayfudin, S.H., resmi memberangkatkan rombongan sebanyak 5 bus anggota SPSI untuk menghadiri peresmian Monumen Pahlawan Buruh Marsinah, Sabtu (16/5/2026) pagi.
Peresmian monumen yang terletak di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk tersebut menjadi momen bersejarah karena dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sebanyak kurang lebih 250 peserta tampak memenuhi armada bus dengan atribut organisasi dan semangat tinggi. Bagi para buruh di Gresik, Marsinah bukan sekadar nama, melainkan simbol abadi perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.
Ketua KSPSI Kabupaten Gresik, Imam Sayfudin, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk penghormatan nyata terhadap sejarah.
“Perjuangan Marsinah adalah simbol keberanian kaum pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya. Semangat itu harus terus hidup dan menjadi pengingat bagi seluruh pekerja untuk tetap bersatu dalam memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan,” ujar Imam di sela-sela keberangkatan.
Sinergi dengan Polres Gresik
Kelancaran keberangkatan massa buruh ini tidak lepas dari koordinasi yang apik antara serikat pekerja dan pihak berwajib. Rombongan mendapatkan pengawalan dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gresik guna memastikan keamanan di jalur perjalanan hingga sampai ke lokasi tujuan.
Imam Sayfudin pun memberikan apresiasi khusus kepada pihak kepolisian atas dukungannya.
- Koordinasi: Pengawalan ketat sepanjang jalur Gresik-Nganjuk.
- Sinergi: Bentuk kerja sama harmonis antara elemen buruh dan aparat penegak hukum.
- Keselamatan: Menjamin 250 peserta sampai di lokasi tepat waktu untuk mengikuti prosesi bersama Presiden.
Momentum peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik monumen saja. Imam berharap kehadiran kepala negara menjadi sinyal kuat bagi perlindungan tenaga kerja di masa depan.
Poin Penting Harapan Pekerja:
- Edukasi Sejarah: Monumen menjadi sarana bagi generasi muda memahami perjalanan panjang perjuangan buruh.
- Perlindungan Hak: Menjadi pengingat bagi pemerintah dan perusahaan untuk mengedepankan keadilan bagi pekerja.
- Persatuan: Menjadi titik temu seluruh elemen serikat pekerja di Indonesia untuk tetap solid.
Acara di Nganjuk sendiri diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan aktivis, perwakilan organisasi pekerja dari berbagai daerah, serta tokoh masyarakat. Dengan diresmikannya Monumen Marsinah ini, para buruh berharap keadilan sosial dan kesejahteraan pekerja di Indonesia semakin menjadi prioritas utama pemerintah. (Dwa)










Leave a Comment